Analisis Kestabilan Lereng Highwall Dengan Metode Morgenstern Price Pada PIT 2 Banko Barat Di PT. Bukit Asam, Tbk
DOI:
https://doi.org/10.62278/jits.v2i2.38Keywords:
Eksplorasi, Lereng Highwall, Overall Slope, Intermediate slopeAbstract
Kestabilan lereng merupakan faktor krusial dalam operasi penambangan terbuka. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM RI No. 1827K/ME/30/2018, nilai faktor keamanan (FK) minimum untuk mencapai lereng stabil adalah 1,3. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode survei eksplorasi. Analisis kestabilan dilakukan menggunakan metode kesetimbangan batas dan software Geostudio 2023. Penelitian difokuskan pada area Pit 2 Banko Barat, yang memiliki litologi berupa tuff, batulempung, batulanau, batupasir, dan batubara. Muka air tanah diasumsikan berada di kedalaman 13 m dari permukaan lereng, dengan seismic load 0,05 dan surcharge load 533 kN/m² dari berat alat angkut HD Komatsu 785 milik PT Bukit Asam, Tbk. Desain awal lereng pada bulan April 2024 menunjukkan beberapa bagian yang berpotensi longsor. Pada section A-A”, overall slope dan intermediate slope memiliki nilai FK 1,25 (tidak stabil). Pada section B-B”, intermediate slope memiliki FK 1,25 (kritis), sedangkan pada section C-C”, overall slope berada dalam kondisi riskan (FK 1,25). Untuk meningkatkan stabilitas, dilakukan rekayasa geoteknik melalui pengupasan overburden dan batubara serta perubahan geometri lereng. Pemodelan ulang menghasilkan nilai FK yang lebih optimal dan stabil. Rekomendasi perbaikan mencakup perubahan desain pada section B-B” (overall slope) dan section C-C” (intermediate slope) untuk mencapai stabilitas lereng yang sesuai standar. Dengan rekayasa ini, diharapkan potensi longsor dapat diminimalkan dan operasi tambang berlangsung lebih aman dan efisien
References
Aprilliana, A., Adiwarman, M., Ramadhon, I. A., & Putra, P. (2023). Analisis Produktivitas Alat Angkut Pada Kegiatan Pengangkutan Batubara Dari Temporary Stockpile Menuju Dump Hopper Di PT Rifansi Dwi Putra Site Banko Barat PT Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Jurnal Ilmiah Teknik Dan Sains, 1(2), 106–112.
Dwinagara, B., Merliza, M., & Sukamto, U. (2021). Analisis Pengaruh Muka Air Tanah Terhadap Kestabilan Lereng Pada Tambang Batubara PT. Bukit Asam, Tbk. Sumatera Selatan. Jurnal Teknologi Pertambangan, 6(2), 154–163.
Prasetyo, R. D., Faris, F., & Rifa’i, A. (2022). Hubungan Klasifikasi RMR dan Faktor Keamanan Terhadap Penentuan Geometri Lereng Tambang Terbuka (Studi Kasus: Tambang Terbuka Batubara Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan). Fondasi: Jurnal Teknik Sipil, 11(2), 242–253. https://doi.org/10.36055/fondasi.v11i2.16751
Rachmat, A. M., & Sulianta, F. (2023). Aplikasi Analisis Kestabilan Dinding Penahan Tanah Dengan Menggunakan Metode Rankine. Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer, 19(2), 767–778. https://doi.org/10.35889/progresif.v19i2.1326
Sepriadi, S., Adiwarman, M., Perdana, R., & Putra, P. (2023). Analisis Perbandingan Volume Overburden Berdasarkan Data Survey Menggunakan Software Surpac 6.5. 1 Dengan Data Truck Count Pada Pit Pandu PT Putra Muba Coal. Jurnal Ilmiah Teknik Dan Sains, 1(2), 100–105.
Takwin, G. A., Turangan, A. E., & Rondonuwu, S. G. (2017). Analisis Kestabilan Lereng Metode Morgenstern-Price (Studi Kasus: Diamond Hill Citraland). Tekno, 15(67). https://doi.org/10.35793/jts.v15i67.15749
Warastri, A. E. F., Lukito, H., & Nugroho, N. E. (2024). Evaluasi dan Pengelolaan Lereng Bekas Galian Material Vulkanik Di Padukuhan Selo Timur, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI, 5(1). https://doi.org/10.31315/psb.v5i1.11671
Warsita, I., Permana, S., & Farida, I. (2014). Perancangan Dewatering Pada Konstruksi Basement (Studi Kasus Proyek Landmark Residence Bandung). Jurnal Konstruksi, 12(1). https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.12-1.269
Yogaswara, D., & Herwina, T. A. (2023). Analisis Stabilitas Lereng Terhadap Kelongsoran (Studi Kasus Di Jalan Raya Bandung-Garut Desa Ciherang Kecamatan Nagreg). Jurnal Arsip Rekayasa Sipil Dan Perencanaan, 6(3), 167–175. https://doi.org/10.24815/jarsp.v6i3.31751
Zakaria, Z. (2010). Model Starlet, suatu Usulan untuk Mitigasi Bencana Longsor dengan Pendekatan Genetika Wilayah (Studi Kasus: Longsoran Citatah, Padalarang, Jawa). Indonesian Journal on Geoscience, 5(2), 93–112. https://doi.org/10.17014/ijog.5.2.93-112
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Sepriadi Sepriadi, Mirza Adiwarman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.














