Nilai Peak Ground Acceleration Pada Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman

Authors

DOI:

https://doi.org/10.62278/jits.v3i2.81

Keywords:

Peak Ground Acceleration, Seismisitas, Sesar Opak

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas seismik tinggi akibat keberadaannya pada zona pertemuan lempeng tektonik. Kecamatan Berbah, yang dilalui oleh Sesar Opak sebagai struktur aktif utama, memiliki tingkat kerawanan gempabumi yang signifikan. Untuk memahami potensi bahaya seismik di wilayah tersebut, penelitian ini mengestimasi nilai percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration/PGA) pada batuan dasar dan permukaan menggunakan rumus atenuasi McGuire (1977), yang sesuai untuk zona subduksi dan wilayah dengan dominasi gempa dangkal hingga menengah. Estimasi dilakukan menggunakan 110 titik pengamatan dengan jarak antar titik ±900 meter, berdasarkan parameter gempabumi Yogyakarta tahun 2006 bermagnitudo 6,3 Mw. Hasil pemodelan menunjukkan nilai PGA berkisar antara 32,3 hingga 37,4 gal dengan pola gradasi yang meningkat dari utara ke selatan. Bagian selatan Berbah memiliki nilai PGA tertinggi akibat kedekatannya dengan Sesar Opak serta keberadaan sedimen permukaan yang lebih lepas sehingga memperkuat amplifikasi gelombang seismik. Sementara itu, bagian utara menunjukkan nilai PGA lebih rendah karena didominasi litologi vulkanik muda Merapi yang lebih kompak. Temuan ini menegaskan pentingnya kajian geologi lokal dalam pemetaan bahaya seismik serta perlunya prioritas mitigasi pada wilayah selatan Kecamatan Berbah.

Author Biography

Adelia Saras Nugraheni, Universitas Sriwijaya

Program Studi Teknik Geologi

References

Bidin, H. A. Z. A., Ndreas, H. A., Eilano, I. M., Amal, M. G., & Umilar, I. G. (2009). Deformasi Koseismik dan Pascaseismik Gempa Yogyakarta 2006 dari Hasil Survei GPS. Jurnal Geologi Indonesia, 4, 275–284. https://doi.org/10.17014/ijog.v4i4.87

Chasanah, U., Handoyo, E., Rahmawati, N. N., & Musfiana, M. (2022). Mapping Risk Level Based on Peak Ground Acceleration and Earthquake Intensity Using Multi-event Earthquake Data in Malang Regency , East Java , Indonesia. 14(1), 64–72.

Gandini, D. R. A., Setiawan, Y. A., Madrinovella, I., Abdullah, A., Pranata, B., Suhardja, S. K., & Aisy, S. R. (2022). Hasil Awal Analisis Peak Ground Acceleration di Bali. Jurnal Geofisika, 20(02), 71–75. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.36435/jgf.v20i2.535

Harun, M., Enggar, A., Jaya, A., & Dwi, Y. (2024). Analysis of Peak Ground Acceleration (PGA) and Modified Mercalli Intensity (MMI) Scale using PSHA Method in Lampung Province. Inersia - Jurnal Teknik Sipil Dan Arsitektur, 20(2). https://doi.org/https://doi.org/10.21831/inersia.v20i2.73063

Kumala, S. A., & Wahyudi. (2016). Analisis Nilai PGA (Peak Ground Acceleration) Untuk Seluruh Wilayah Kabupaten Dan Kota Di Jawa Timur. Inersia - Jurnal Teknik Sipil Dan Arsitektur, 12(1), 37–43. https://doi.org/10.21831/inersia.v12i1.10348

Muhaimin, M., Tjahjono, B., & Darmawan, D. (2016). Analisis Risiko Gempabumi Di Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 18(1), 28. https://doi.org/10.29244/jitl.18.1.28-34

Nurhidayatullah, E. K. A. F., & Kurniati, D. W. I. (2021). PEMETAAN SPECTRAL ACCELERATION DAERAH YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN PROBABILISTIC SEISMIC HAZARD ANALYSIS. 16(3), 217–229. https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jrs.16.3.217-229.2020

Rahardjo, W., Sukandarrumidi, & Rosidi, H. M. . (1995). Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Jawa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Raharjo, F. D., & Ahadi, S. (2024). ESTIMATION MODEL PEAK GROUND ACCELERATION AT BEDROCK AND SURFACE OF THE PASAMAN BARAT EARTHQUAKE ON. Indonesian Journal of Applied Physics (IJAP), 14(1), 34–44. https://doi.org/https://doi.org/10.13057/ijap.v14i1.72221

Santoso. (2009). Morfologi dan umur perpindahan alur sungai opak di daerah berbah sleman. 19(4), 239–249.

Suhada, A. S., Kardoso, R., Zuhdi, M., Fisika, P. S., Mataram, U., Studi, P., Fisika, P., & Mataram, U. (2023). Penghitungan Peak Ground Acceleration ( PGA ) di Desa Kuta Menggunakan Persamaan Empiris pada Gempabumi 19 Agustus 1977 (Mw=8.3). Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Fisika Indonesia Original, 5, 20–24. https://doi.org/10.29303/jppfi.v5i1.221

Surono. (2009). Litostratigrafi Pegunungan Selatan Bagian Timur Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. J.S.D.Geologi, 19(3), 31–43.

Ulfiana, E., Rumy, S. A., Pratama, R., & Ariyanto, P. (2018). Analisis Pendekatan Empiris PGA (Peak Ground Acceleration) Pulau Bali Menggunakan Metode Donovan, Mc. Guirre, Dan M.V. Mickey. Jurnal Ilmu Dan Inovasi Fisika, 2(2), 155–161. https://doi.org/10.24198/jiif.v2i2.19730

Wibowo, N. B. (2019). Analisis Global Geospasial Model (GGM) Untuk Identifikasi Potensi Likuifaksi Di Kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta. Buletin Meteorologi Daan Geofisika, 9.

Downloads

Published

2025-12-02