Analisis Cacat Fisik Ingot Timah Pada Proses Casting Manual Di Unit Metalurgi Muntok PT. Timah, Tbk.

Authors

DOI:

https://doi.org/10.62278/jits.v3i2.93

Keywords:

Ingot timah, Cacat Fisik, proses pengecoran manual, temperatur kettle, kualitas produk

Abstract

Proses pengecoran manual masih digunakan secara luas dalam produksi ingot timah di Unit Metalurgi PT Timah Tbk. Meskipun metode ini memiliki fleksibilitas tinggi, variasi operasional yang terjadi pada tahap pencairan, penuangan, dan pembekuan sering mempengaruhi kualitas produk dan memicu timbulnya cacat fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis cacat fisik yang muncul pada ingot timah, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta mengevaluasi efektivitas parameter proses yang berlangsung pada kettle 7 dan kettle 8. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif melalui pengamatan langsung pada proses casting, pencatatan temperatur logam cair pada berbagai putaran penuangan, serta pendataan jumlah cacat fisik dan afkir produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat fisik dipengaruhi oleh ketidakstabilan temperatur kettle, getaran akibat proses stering, variasi kondisi meja cetak, dan faktor manusia. Persentase cacat di lapangan berada pada kisaran 0,96–4,47%, dengan batch 19.B.998 dan 19.B.1017 memiliki cacat tertinggi. Inkonsistensi antara afkir lapangan dan afkir gudang turut mengindikasikan perbedaan standar inspeksi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian temperatur, stabilitas mekanik, serta peningkatan prosedur kerja operator guna meminimalkan cacat fisik dan menjaga konsistensi mutu ingot timah.

Author Biographies

Triana Prihatin, Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam

Teknik Pengolahan Hasil Tambang Mineral dan Batubara

Gilang Putra Gemaut, Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam

Teknik Pengolahan Hasil Tambang Mineral dan Batubara

References

ASTM. (2024). ASTM B339: Standard Specification for Pig Tin. ASTM International.

Dańczak, A., et al. (2021). Thermodynamic considerations on magnesium oxide solubility in metallurgical slags and its influence on tin behavior. Journal of Mining and Metallurgy, 57(2), 347–356.

Faisalhariyanto, A., & Irfai, M. A. (2018). Hubungan Variasi Temperatur Tuang pada Pengecoran Logam Timah dengan Porositas Hasil Coran. Jurnal Rekayasa Mesin, 5(1). https://doi.org/10.26740/jrm.v5i1.26386.

Fosu, S., et al. (2024). Metallurgical extraction of tin from cassiterite: Processes, progress, and challenges. Minerals Engineering, 207, 108145.

International Committee of Foundry Technical Associations (1993). International atlas of casting defects. American Foundrymen's Society.

PT Timah Tbk (2017). SO Induk PT Timah Tbk Nomor 1900 Tahun 2017.

Park, J., et al. (2022). Effect of slag composition on the distribution of minor elements during metal smelting. Metallurgical and Materials Transactions B, 53, 1123–1135.

Rahmasuci, F., et al. (2023). Penerapan Six Sigma metode DMAIC untuk peningkatan kualitas produk timah ingot merek Bangka. Jurnal Teknologi Produksi, 12(2), 45–58.

Sembiring, P., Girsang, E. R., Ginting, D. P., & Hermanto, T. (2024). The Metal Casting Process Using Plastilin Molds with Tin Material. IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA), 3(2), 48–53. https://doi.org/10.56862/irajtma.v3i2.117.

Taskinen, P., et al. (2021). Slag–metal equilibrium of trace elements in metallurgical systems. Metallurgical and Materials Transactions B, 52, 987–1002.

Wang, Y., et al. (2022). Recovery of tin from secondary resources: Challenges and opportunities. Resources, Conservation and Recycling, 179, 106130.

Downloads

Published

2025-12-31