Karakterisasi Plastisitas Batulempung dan Batupasir Berdasarkan Batas Atterberg pada Titik Bor AKB-52A

Authors

DOI:

https://doi.org/10.62278/jits.v3i3.119

Keywords:

batas Atterberg, batas cair, batas plastis, indeks plastisitas, batulempung, batupasir

Abstract

Karakterisasi batas Atterberg diperlukan untuk mengidentifikasi perubahan konsistensi material berbutir halus dan mendukung interpretasi awal sifat geoteknik. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI) pada sampel batulempung dan batupasir dari titik bor AKB 52A, serta membandingkan kecenderungan nilai antarsampel. Data diperoleh dari pengujian laboratorium mekanika tanah, kemudian dihitung PI sebagai selisih LL dan PL serta ditafsirkan secara deskriptif dengan bantuan diagram plastisitas dan kriteria AASHTO. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel batulempung memiliki LL 51,07-67,20%, PL 29,06-40,67%, dan PI 13,77-30,58%. Sampel batupasir memiliki LL 41,92-48,51%, PL 25,02-29,38%, dan PI 16,38-22,14%. Secara umum, batulempung menunjukkan batas cair dan indeks plastisitas yang lebih tinggi dibandingkan batupasir, terutama pada sampel 11 AKB 52A, sehingga mengindikasikan pengaruh fraksi halus atau mineral lempung yang lebih dominan. Batupasir tetap memperlihatkan plastisitas sedang, yang menunjukkan adanya komponen halus berplastisitas pada matriks batuan. Hasil ini dapat menjadi data awal untuk evaluasi kestabilan subgrade, jalan tambang, dan pengelolaan material di area penelitian. Klasifikasi final perlu dilengkapi data gradasi, kadar organik, dan mineralogi.

Author Biographies

Astrid Fadhilah, Universitas Sriwijaya

Teknik Geologi

Putra Putra, Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam

Teknik Pengolahan Hasil Tambang Mineral dan Batubara

Luliana Luliana, Universitas Sriwijaya

Teknik Geologi

Tria Rahmawati, Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam

Teknik Pengolahan Hasil Tambang Mineral dan Batubara

References

Ariadi, A. (2007). Tinjauan Kuat Dukung, Potensi Kembang Susut, dan Penurunan Konsolidasi Tanah Lempung Pedan Klaten. Universitas Muhammadiyah Surakarta. [Online] Tersedia: https://eprints.ums.ac.id/ [28 Agustus 2023]. Skripsi Tidak Diterbitkan.

Ahmed, A., Riaz, M. R., & Khan, A. M. (2024). Stabilization of pavement subgrade clay soil using sugarcane ash and lime. Geosciences, 14(6), 151. https://doi.org/10.3390/geosciences14060151

Bukit Asam. (2020). Tata Cara Kerja Pengujian Batas Cair, Batas Plastis, dan Indeks Plastisitas. Tanjung Enim: Bukit Asam.

Das, B. M. 1993. Mekanika Tanah Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Dewi, O. Y., Hendri, O., & Sarie, F. (2022). Hubungan batas cair dan indeks plastisitas tanah lempung disubstitusi pasir terhadap nilai kohesi tanah pada uji geser langsung. Jurnal Deformasi, 7(2), 183–192.

Ghony, M. A., & Afriza, M. D. (2024). Pengaruh kandungan air terhadap plastisitas tanah pada titik bor XX. Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains, 2(2), 111–116. https://doi.org/10.62278/jits.v2i2.48

Hangge, E. E., Karels, D. W., & Kapitan, A. O. (2022). Pengaruh karakteristik tanah dasar terhadap kerusakan perkerasan jalan. Jurnal Teknik Sipil, 11(2), 155–168.

Hardiyatmo, H. C. (2002). Mekanika Tanah 1. Bulaksumur, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Hasan, M. F., & Abuel-Naga, H. (2024). Determining liquid limit and plastic limit of clay soils by electrical surface conduction and diffuse double layer thickness. Minerals, 14(3), 210. https://doi.org/10.3390/min14030210

Hendarsin dan Shirley, L. (2000). Perencanaan Teknik Jalan Raya. Bandung: Politeknik Bandung.

Iskandar, M. R., Suharyanto, I., & Masang, H. (2025). Analisa uji fisik tanah lempung hasil quarry Kelurahan Sitimulyo Piyungan sebagai material timbunan konstruksi jalan. CivETech: Civil Engineering and Technology Journal, 7(2). https://doi.org/10.47200/civetech.v7i2.3106

Musdar, A., Rokhman, & Rusdi, A. (2022). Pengaruh stabilisasi tanah lempung dengan bahan tambah kapur alam terhadap daya dukung tanah. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS), 1(1), 29–34. https://doi.org/10.33506/jimats.v1i1.1839

McBride, R. A. (2002). Atterberg Limits. Dalam J. H. Dane & G. C. Topp (Eds.), Methods of Soil Analysis: Part 4 Physical Methods. Madison, Wisconsin: Soil Science Society of America.

Moreno-Maroto, J. M., Alonso-Azcárate, J., & O’Kelly, B. C. (2021). Review and critical examination of fine-grained soil classification systems based on plasticity. Applied Clay Science, 200, 105955. https://doi.org/10.1016/j.clay.2020.105955

Paul, A. L., & Beier, N. A. (2025). Atterberg limits and strength relationships of oil sands tailings. Mining, 5(4), 86. https://doi.org/10.3390/mining5040086

Qusai, A. H., Szendefy, J., & Vásárhelyi, B. (2025). Effect of changing sand content on liquid limit and plasticity index of clay. Geotechnics, 5(1), 4. https://doi.org/10.3390/geotechnics5010004

Downloads

Published

2026-05-04