Uji Presisi Pada Preparasi Sampel Batubara Metode ASTM (American Society for Testing and Material)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.62278/jits.v1i3.24

Keywords:

Cross Beater Mill, Gross Sampel, Hammer Mill, Jaw Crusher

Abstract

Presisi merupakan indikator seberapa mendekatnya serangkaian pengukuran satu terhadap yang lain. Presisi juga dapat diartikan sebagai level keberagaman yang terletak pada nilai beberapa pengukuran dari faktor yang sama. Sementara itu, preparasi sampel batubara adalah proses pengecilan ukuran dari ukurang gross sampel (± 50 mm) menjadi ukuran yang lebih kecil menjadi ukuran Jaw Crusher (±13mm), Hammer Mill (±4,75mm), dan Cross Beater Mill (±0,250 mm). Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami mengapa dilakukan pengujian presisi pada preparasi sampel batubara dan dapat mengetahui bagaimana cara menghitung nilai presisi pada preparasi batubara dengan metode ASTM (American Society for Testing and Material). Salah satu caranya adalah dengan mengambil nilai DA2 (variasi dalam satu sampel) dan S02 (variasi dalam satu increment), mencari nilai volatile matter, dan kemudian dibandingkan antara DA2 dan S02. Perhitungan nilai presisi dilakukan dengan dua perhitungan nilai penting yaitu SDA2 dan S02 dimana dengan nilai SDA2 tidak boleh lebih 20% dari nilai S02. Pada sampel yang telah diuji didapatkan nilai SDA2 = 0,2902 dan  14,8580 dimana 20% dari nilai S02 = 2,97. Dengan demikian, dapat disimpulkan preparasi batubara pada penelitian ini telah dilakukan dengan baik.

Author Biographies

Triana Prihatin, Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam

Teknik Pengolahan Hasil Tambang Mineral dan Batubara

M. Diva Pratama, Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam

Teknik Pengolahan Hasil Tambang Mineral dan Batubara

References

ASTM Manual book. (2017). ASTM International: ASTM.

Betz, J. M., Desta, B., & Melander, R. C. (2011). Standard operating procedures (SOPs) for LC-MS/MS bioanalysis: Best practices and practical considerations from the bench. Journal of Chromatography B, 877(27-28), 3140-3150. https://doi.org/10.1016/j.jchromb.2011.06.014

Diklat Kontrol Kualitas. (2019). Dokumen Lab-PAB PT. Bukit Asam, Tbk.

Djabar, F., Zamani, F., & Eddy, H. R. (2023). Pembuatan Bahan Acuan Baku Untuk Analisis Sampel Batubara. Buletin Sumber Daya Geologi, 18(2), 88-99.

Djuhariningrum, T., Sarip, U., Rosiana, I. (2014). Uji Validasi Metode Analisis XRF untuk Unsur-Unsur Cu dan Th dalam SRM di Laboratorium Eksplorasi. Prosiding Seminar Nasional Geologi Nuklir dan Sumber Daya Tambang. Pusat Teknoologi Bahan Galian Nuklir-BATAN.

Internasional Conference on Harmonization Expert Working Group. (2005). ICH Harmonised Tripartite Guideline Validation of Analytical Procedures: Text and Methodology Q2(R1). 1-17.

Lufiana, Q., Arief, M. S., & Panggabean, A. S. (2020). Verification of determination of phosp the ascorbic acid meth Verifikasi metode penentuan fosfat (metode asam askorba).

Muchjidin. (2006). Pengendalian Mutu dalam Industri Batubara. Bandung: ITB Bandung.

Muchsin, D. M. (2020). Pengaruh Non-Probability Sampling Batubara terhadap Parameter Dry Ash Antara Certificate of Analysis Loading dan Unloading. Kilat, 9(1), 1-8.

Panggabean, A.S, Rahman, A. (2016). Validasi Metode X-Ray Fluorescence untuk Analisis Ion Fe dalam activated Methyl Diethanol Amine (aMDEA). Ind. J. Chem. Res., 3(2), 302-307.

Suryani, M. Y., Paramita, A., Susilo, H., & Maharsih, I. K. (2022). Analisis Penentuan Kadar Besi (Fe) dalam Air Limbah Tambang Batu Bara Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Indonesian Journal of Laboratory, 5(1), 7-15.

Downloads

Published

2024-05-21