Studi Pengolahan Air Kolam Kampus ITK yang Tercemar Polutan Alga dengan Menggunakan Metode Lumpur Aktif
DOI:
https://doi.org/10.62278/jits.v2i1.33Keywords:
Microorganism, Active sludge, EM4, Chemical Oxygen Demand (COD), Mixed Liquor Suspend Solid (MLSS)Abstract
Pengolahan air limbah dilakukan sebagai upaya pencegahan pencemaran air. Limbah suatu proses dikembalikan ke sungai hendaknya dalam keadaan sesuai nilai baku mutu. Salah satu metode yang digunakan pada industri untuk mengolah limbah cair adalah dengan penggunaan lumpur aktif. Bakteri aerob pada lumpur aktif berperan sebagai pengurai bahan-bahan organik di dalam limbah cair. Pada penelitian ini, bioaktivator EM4 digunakan untuk menghilangkan bau pada air limbah dan memperpendek waktu aklimatisasi mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar COD, pengujian MLSS (Mixed Liquor Suspended Solid), dan NTU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan air limbah masih melebihi nilai baku mutu yang telah ditetapkan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, dengan kadar COD sebesar 869.565 mg/L dan nilai MLSS sebesar 200 mg/L. Sehingga berdasarkan data tersebut air tersebut masih jauh dari kata layak untuk digunakan untuk keperluan rumah tangga. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor diantaranya waktu pengendapan yang lama, kurangnya penambahan bakteri (EM4) dan volume tangki pada waktu retensi.
References
Afifah, N., Rapi, M., & Jamilah. (2022). Pengaruh Aklimatisasi Lumpur Aktif Terhadap Limbah Cair dari Pabrik Pengan. Vol. 10, no. 2, pp. 1025-1035. Jurnal Ilmiah Biologi. doi: 10.33394/bioscientist/vl0i2.5252.
Ariyanti, F. N. (2017). Pengolahan Limbah Cair Dengan Cara Lumpur Aktif (Activated Sludge) Dan Karbon Aktif (Activated Carbon) Dari Arang Batubara. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Aung, K. Z., & Kyi, N. T. (2018). The Effect of EM on the Removal of Bad Odor from Waste Water of Fish Fillet Factory. pp. 1-10. Dagon University.
Bernardez, L. A., de Oliveira, L. E. L., & de Andrade Lima, L. R. P. (2021). Acid mine drainage at the Bahia Gold Belt (Brazil): microbial isolation and characterization. Vol. 193, no. 2. Environ. Monit. Assess. doi: 10.1007/s10661-021-08844-2.
Cazaudehore, G., B. Schraauwers, Peyrelasse, C. Lagnet, C., & Monlau, F. (2019). Determination of Chemical Oxygen Demand of Agricultural Wastes by Combining Acid Hydrolysis and Commercial COD Kit Analysis. Vol. 250, no. 1, pp. 1-5. Journal of Environmental Management. doi: 10.1016/j.jenvman.2019.109464.
Efendi, B. I. K. (2010). Isolasi dan Karakterisasi Thiobacillus ferrooxidans dengan Berbagai Jenis Tanah. Institut Pertanian Bogor.
G.A., Ni, Suastuti, M. D. A., Simpen, I. N., & Ayumi, N. (2015). Efektivitas Penurunan Kadar Surfaktan Linier Alkil Sulfonat (Las) Dan Cod Dari Limbah Cair Domestik Dengan Metode Lumpur Aktif. Jurnal Kimia, Vol. 9, no. 1, pp. 86-92. Universitas Udayana.
Garg, N., & Jit, S. (2015)."Fermentation Process" Institute of Life Long Learning. University of Delhi.
Haque, E. A. (2017). Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Dengan Sistem Lumpur Aktif Model SBR Skala Laboratorium Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Kusniawati, E. (2023). Pemanfaatan Sekam Padi Sebagai Karbon Aktif untuk Menurunkan Kadar pH, Turbidity, TSS, dan TDS. vol. 2. no. 10. pp. 4183–4198.
Male, Y. T., Modok, D. W. S., Seumahu, C. A., & Malle, D. (2019). Isolasi Mikroba dari Air Asam Tambang pada Area Pertambangan Tembaga di Pulau Wetar, Provinsi Maluku, Indonesia. Vol. 6, no. 2, hal. 101–106. J. Chem. Res. doi: 10.30598//ijcr.2019.6-thi.
Morales, F. A., Páez, J. I. P., & Martínez, A. R. (2017). Model Identification, Calibration and Validation of the Aerobic Stage in Water Remediation of a Paper Mill Effluent Computer Aided Chemical Engineering. Vol. 40, Pages 547-552.
Purwaningsih, I. S., Chairul, & Amraini, S. Z. (2008). Kinetika Reaksi Pengolahan Limbah Cair dengan Sistem Lumpur Aktif Menggunakan EM4 sebagai Kultur Mikroorganisme. pp. 1-8. Jurusan Teknik Kimia. Fakultas Teknik. Universitas Riau.
Rachmawati, S. (2023). Analisis Penurunan Kadar COD Air Limbah Industri. Jurnal Teknik Lingkungan.
Rizaludin, A. T., & Purwati, S. (2016). Potensi Selulase dan Pengaruh Laju Pembebanan pada Efektivitas Pengolahan Air Limbah Kertas Proses Lumpur Aktif. Vol. 6, no. 2, pp. 83-94. Jurnal Selulosa.
Sari, F. R., Annissa, R., & Tuhuloula, A. (2013) Perbandingan Limbah dan Lumpur Aktif Terhadap Pengaruh Sistem Aerasi pada Pengolahan Limbah CPO. Vol. 2, no. 1, pp. 39–44. J. Konversi UNLAM.
Titiresmi. (2009). Proses Pembenihan dan Aklimatisasi Mikroorganisme dari Limbah Pabrik Permen untuk Lumpur Aktif. JRL, Vol. 5, no. 2, pp. 139-144.
Zhang, Y. et al., (2014). A new metallurgical process for the clean utilization of chromite ore. vol. 131, no. 1, hal. 58–68. Int. J. Miner. Process. doi: 10.1016/j.minpro.2014.07.002.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Muhammad Yusuf, Asful Hariyadi, Ahmad Maulidi, Juwita Payungallo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.












