Pemodelan Spasial Bahaya Lahar Gunung Api Seulawah Agam Menggunakan Laharz Berbasis Data SRTM dan QGIS

Authors

DOI:

https://doi.org/10.62278/jits.v3i3.64

Keywords:

lahar, Laharz, SRTM, QGIS, pemodelan spasial

Abstract

Gunung Api Seulawah Agam merupakan gunung api aktif yang memiliki potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, terutama pada musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model spasial bahaya lahar menggunakan perangkat lunak Laharz yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (QGIS) berbasis data Shuttle Radar Topography Mission (SRTM). Metode yang digunakan meliputi pengolahan data Digital Elevation Model (DEM), penentuan parameter pemodelan seperti rasio H/L, volume lahar, dan ambang batas aliran, serta simulasi aliran lahar untuk menghasilkan peta zona bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Laharz mampu merepresentasikan jalur aliran lahar yang mengikuti jaringan sungai utama dan menghasilkan zona bahaya yang konsisten dengan kondisi morfologi wilayah. Integrasi dengan QGIS memungkinkan visualisasi spasial yang informatif dalam bentuk peta distribusi aliran dan zona genangan. Meskipun memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan dinamika fluida secara detail, model ini efektif sebagai pendekatan awal dalam pemetaan bahaya lahar. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pemodelan bahaya vulkanik berbasis data topografi yang sederhana namun aplikatif untuk mendukung kajian mitigasi bencana

Author Biographies

Freddy Sapta Wirandha, Universitas Syiah Kuala

Program Studi Teknik Geofisika, Departemen Teknik Kebumian

Putra Putra, Akademi Komunitas Industri Pertambangan Bukit Asam

Program Studi Teknik Pengolahan Hasil Tambang Mineral dan Batubara

Irwandi Irwandi, Universitas Syiah Kuala

Program Studi Teknik Geofisika, Departemen Teknik Kebumian

Khairun Nazli, Universitas Syiah Kuala

Program Studi Teknik Geofisika, Departemen Teknik Kebumian

References

Adlina, N. (2014). Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Situasi Bencana Gunung Api Seulawah Agam Di Wilayah Kecamatan Saree Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmu Kebencanaan: Program Pascasarjana Unsyiah, 1(1).

Bahri, T. S., Irwansyah, M., & Sugianto, D. (2016). Evaluasi Jalur Evakuasi Bencana Gunung Api Seulawah Agam di Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmu Kebencanaan: Program Pascasarjana Unsyiah, 3(4).

Bennet, J. D., McBridge, C. D., Cameron, N. R., Djunuddin, A., Ghazali, S. A., Jeffery, D. H., Kartawa, W., Keats, W., Rock, N. M. . S., Thomson, S. J., & Whamdoyo, R. (1981). Peta Geologi Lembar Banda Aceh, Sumatera Skala 1:250.000. In Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Queensland University of Technology.

Driedger, C., & Scott, W. (2008). Mount Rainier— Living safely with a volcano in your backyard. In Fact Sheet (Version 1.0). https://doi.org/10.3133/fs20083062

Farr, T. G., Rosen, P. A., Caro, E., Crippen, R., Duren, R., Hensley, S., Kobrick, M., Paller, M., Rodriguez, E., Roth, L., Seal, D., Shaffer, S., Shimada, J., Umland, J., Werner, M., Oskin, M., Burbank, D., & Alsdorf, D. (2007). The Shuttle Radar Topography Mission. Reviews of Geophysics, 45(2). https://doi.org/10.1029/2005RG000183

Griswold, J. P., & Iverson, R. M. (2007). Mobility statistics and automated hazard mapping for debris flows and rock avalanches. http://pubs.usgs.gov/sir/2007/5276/

Huggel, C., Kääb, A., Haeberli, W., & Krummenacher, B. (2003). Regional-scale GIS-models for assessment of hazards from glacier lake outbursts: evaluation and application in the Swiss Alps. Nat. Hazards Earth Syst. Sci., 3(6), 647–662. https://doi.org/10.5194/nhess-3-647-2003

Iverson, R. M., Schilling, S. P., & Vallance, J. W. (1998). Objective delineation of lahar-inundation hazard zones. GSA Bulletin, 110(8), 972–984.

Jenson, S., & Domingue, J. (1988). Extracting topographic structure from digital elevation data for geographic information-system analysis. Photogrammetric Engineering and Remote Sensing, 54(11), 1593–1600. https://pubs.usgs.gov/publication/70142175

Lavigne, F., Thouret, J.-C., Voight, B., Young, K., LaHusen, R., Marso, J., Suwa, H., Sumaryono, A., Sayudi, D. S., & Dejean, M. (2000). Instrumental lahar monitoring at Merapi Volcano, Central Java, Indonesia. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 100(1), 457–478. https://doi.org/10.1016/S0377-0273(00)00151-7

Lukman, Z., Sulaksana, N., Gentana, D., & Sulastri, M. (2022). Karakteristik Morfotektonik Terhadap Kemunculan Manifestasi Panas Bumi di Daerah Gunung Seulawah Agam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Jurnal Geologi Dan Sumberdaya Mineral, 23(2), 123–131. https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v23i2.593

Mardiasmo, A., & Barnes, P. (2015). Community response to disasters in Indonesia: Gotong Royong; a double edged-sword. Proceedings of the 9th Annual International Conference of the International Institute for Infrastructure Renewal and Reconstruction, 301–308.

Pratomo, I. (2006). Klasifikasi gunung api aktif Indonesia, studi kasus dari beberapa letusan gunung api dalam sejarah. Indonesian Journal on Geoscience, 1(4), 209–227. https://doi.org/10.17014/ijog.1.4.209-227

Procter, J., Cronin, S. J., Fuller, I. C., Lube, G., & Manville, V. (2010). Quantifying the geomorphic impacts of a lake-breakout lahar, Mount Ruapehu, New Zealand. Geology, 38(1), 67–70. https://doi.org/10.1130/G30129.1

Putra, P., & Fadhilah, A. (2025). Spatial Mapping of Facilities and Infrastructure Using GIS in Pasar Tanjung Enim Village, Muara Enim Regency. Jurnal Mantik, 9(2), 671–682. https://doi.org/10.35335/mantik.v8i6.6473

Putra, P., & Wirandha, F. S. (2025). Pemodelan Spasial Berbasis Sistem Informasi Geografis untuk Penentuan Lokasi Kawasan Industri di Kabupaten Muara Enim. Jurnal Ilmiah Teknik Dan Sains, 3(1), 183–187. https://doi.org/10.62278/jits.v3i1.67

Rickenmann, D. (1999). Empirical Relationships for Debris Flows. Natural Hazards, 19(1), 47–77. https://doi.org/10.1023/A:1008064220727

Rohmah, L. T., Ferdiansyah, F., & Yanuar, M. R. (2025). Analisis Kerentanan Banjir di Kota Tangerang Menggunakan Data Geospasial Terbuka: Integrasi Topografi Visual, Jaringan Sungai, dan Penggunaan Lahan untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Tata Ruang. SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI, 35(2), 58–68. https://doi.org/10.37277/stch.v35i2.2356

Schilling, S. P. (1998). LAHARZ; GIS programs for automated mapping of lahar-inundation hazard zones. In Open-File Report. https://doi.org/10.3133/ofr98638

Sosio, R., Crosta, G. B., & Hungr, O. (2012). Numerical modeling of debris avalanche propagation from collapse of volcanic edifices. Landslides, 9(3), 315–334. https://doi.org/10.1007/s10346-011-0302-8

Tarolli, P. (2014). High-resolution topography for understanding Earth surface processes: Opportunities and challenges. Geomorphology, 216, 295–312. https://doi.org/10.1016/j.geomorph.2014.03.008

Thouret, J.-C., Aisyah, N., Jenkins, S. F., de Bélizal, E., Sulistiyani, Charbonnier, S. J., Sayudi, D. S., Nandaka, I. G. M. A., Mainsant, G., & Solikhin, A. (2023). Merapi’s Lahars: Characteristics, Behaviour, Monitoring, Impact, Hazard Modelling and Risk Assessment. In R. Gertisser, V. R. Troll, T. R. Walter, I. G. M. A. Nandaka, & A. Ratdomopurbo (Eds.), Merapi Volcano: Geology, Eruptive Activity, and Monitoring of a High-Risk Volcano (pp. 501–552). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-031-15040-1_17

Vallance, J., Iverson, R., & Elsevier. (2015). Lahars and their deposits. In Encyclopedia of volcanoes (2nd ed.). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-385938-9.00037-7

Widiwijayanti, C., Thin Zar Win, N., Espinosa-Ortega, T., Costa, F., & Taisne, B. (2024). The global volcano monitoring infrastructure database (GVMID). Frontiers in Earth Science, Volume 12-2024. https://www.frontiersin.org/journals/earth-science/articles/10.3389/feart.2024.1284889

Downloads

Published

2026-04-30