Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS <p><strong>Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)</strong> adalah sebuah jurnal blind peer-review yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang Teknik dan Sains namun tak terbatas secara implisit. Semua publikasi di<strong> Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)</strong> bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun.</p> Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA en-US Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains 3025-8871 Aktivitas Inhibisi Biokorosi dari Ekstrak Etanol-Air Daun Sembung Rambat https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/121 <p>Biokorosi pada baja karbon yang disebabkan oleh aktivitas bakteri <em>Thiobacillus ferrooxidans</em> menjadi permasalahan serius dalam berbagai sektor industri karena dapat mempercepat degradasi logam dan menurunkan umur pakai material. Penggunaan inhibitor alami berbasis tumbuhan menjadi alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan inhibitor sintetis yang bersifat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas inhibisi biokorosi ekstrak etanol-air daun sembung rambat terhadap baja karbon dalam media yang mengandung <em>T. ferrooxidans</em>. Ekstrak diperoleh menggunakan metode Folch termodifikasi dengan pelarut etanol dan bufer fosfat, kemudian diaplikasikan pada berbagai konsentrasi, yaitu 50–300 ppm. Pengujian dilakukan menggunakan metode imersi selama 24 jam dengan parameter kehilangan massa (<em>weight loss</em>), laju korosi, dan efisiensi inhibisi. Selain itu, efektivitas inhibitor ekstrak etanol-air daun sembung rambat dibandingkan dengan biosida komersial selama waktu imersi 24–120 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak mampu menurunkan kehilangan massa dan laju korosi baja karbon secara signifikan. Konsentrasi optimum diperoleh pada 200 ppm dengan nilai kehilangan massa sebesar 39,69 mg, laju korosi 0,0548 mg/cm²·jam, dan efisiensi inhibisi sebesar 68,21%. Namun, pada konsentrasi di atas 200 ppm terjadi penurunan efektivitas inhibisi akibat ketidakstabilan lapisan adsorpsi inhibitor. Dibandingkan biosida komersial, ekstrak daun sembung rambat menunjukkan efisiensi inhibisi yang lebih rendah, tetapi tetap memiliki kemampuan proteksi yang baik hingga 55,09% pada 120 jam. Dengan demikian, ekstrak etanol-air daun sembung rambat berpotensi dikembangkan sebagai <em>green biocorrosion inhibitor</em> yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p> Dimas Frananta Simatupang Darni Paranita Ratna Kristina Tarigan Darry CS Purba Donda Donda Anna Angela Sitinjak Copyright (c) 2026 Dimas Frananta Simatupang, Darni Paranita, Ratna Kristina Tarigan, Darry C.S Purba, Donda, Anna Angela Sitinjak https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-01 2026-08-01 4 1 385 392 10.62278/jits.v4i1.121 Persepsi Pemangku Kepentingan tentang Penerapan Konsep Konstruksi Hijau dalam Proyek Infrastruktur di Indonesia: Studi Kualitatif https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/131 <p>Sektor konstruksi memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur, namun juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap degradasi lingkungan sehingga penerapan konsep <em>green construction</em> menjadi sangat penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pemangku kepentingan terhadap penerapan konsep <em>green construction</em> pada proyek infrastruktur di Indonesia serta mengidentifikasi hambatan dan strategi utama yang memengaruhi implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan mensintesis artikel ilmiah, regulasi pemerintah, dan laporan institusional. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul secara konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap <em>green construction</em> karena manfaatnya bagi lingkungan dan ekonomi jangka panjang. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan yang saling berkaitan, meliputi aspek ekonomi, teknis, kelembagaan, dan sosial-budaya, seperti tingginya biaya investasi awal, keterbatasan kompetensi teknis, belum konsistennya penegakan kebijakan, serta rendahnya kesadaran sebagian pemangku kepentingan. Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi <em>green construction</em> memerlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas, penyediaan insentif finansial, serta kolaborasi yang efektif antarpemangku kepentingan. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan literatur konstruksi berkelanjutan sekaligus menjadi masukan praktis bagi pembuat kebijakan dan praktisi dalam mempercepat penerapan <em>green construction</em> di Indonesia.</p> M Efrizal Lubis Unggul Sitorus Novdin M Sianturi Copyright (c) 2026 M Efrizal Lubis, Unggul Sitorus, Novdin M Sianturi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-01 2026-08-01 4 1 393 402 10.62278/jits.v4i1.131 Systematic Literature Review mengenai Praktik Manajemen Risiko pada Proyek Konstruksi Bangunan https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/132 <p>Proyek konstruksi memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi sehingga berpotensi memengaruhi biaya, waktu, mutu, dan keselamatan proyek. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang efektif menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik manajemen risiko pada proyek konstruksi bangunan melalui pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Kajian dilakukan dengan mengikuti pedoman <em>PRISMA</em> 2020 untuk memastikan proses seleksi literatur berlangsung secara sistematis dan transparan, sedangkan analisis tematik digunakan untuk mensintesis temuan penelitian. Hasil kajian mengidentifikasi lima tema utama yang saling berkaitan, yaitu identifikasi risiko, penilaian risiko, strategi respons risiko, pemantauan dan pengendalian risiko, serta faktor organisasi yang memengaruhi efektivitas implementasi manajemen risiko. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen risiko tidak hanya ditentukan oleh penggunaan metode analisis, tetapi juga oleh komitmen organisasi, kepemimpinan yang efektif, komunikasi antar pemangku kepentingan, kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi digital seperti <em>Building Information Modeling</em> (BIM). Integrasi seluruh aspek tersebut sepanjang siklus hidup proyek terbukti mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan meningkatkan ketahanan organisasi. Penelitian ini memberikan sintesis komprehensif mengenai praktik manajemen risiko proyek konstruksi serta menawarkan rekomendasi bagi praktisi dan peneliti untuk mengembangkan pengelolaan risiko yang lebih terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan.</p> M Efrizal Lubis Novdin M Sianturi Unggul Sitorus Copyright (c) 2026 M Efrizal Lubis, Novdin M Sianturi, Unggul Sitorus https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-01 2026-08-01 4 1 403 409 10.62278/jits.v4i1.132 Eksplorasi Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Gedung: Studi Kualitatif dari Perspektif Kontraktor dan Konsultan Pengawas https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/133 <p>Keterlambatan proyek konstruksi gedung masih menjadi salah satu permasalahan utama yang memengaruhi keberhasilan penyelenggaraan proyek karena berdampak pada peningkatan biaya, penyimpangan jadwal, penurunan produktivitas, serta menurunnya kinerja proyek secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab keterlambatan proyek konstruksi gedung serta menganalisis keterkaitan antar faktor berdasarkan perspektif kontraktor dan konsultan pengawas melalui pendekatan kajian literatur kualitatif. Penelitian menggunakan metode <em>library research</em> dengan menganalisis 32 artikel ilmiah <em>peer-reviewed</em> yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dan diperoleh dari berbagai basis data akademik internasional. Data dianalisis menggunakan <em>thematic analysis</em> untuk mengidentifikasi pola-pola yang konsisten mengenai penyebab keterlambatan proyek. Hasil penelitian menunjukkan sepuluh tema utama penyebab keterlambatan, yaitu perencanaan proyek, manajemen keuangan, pengadaan material, sumber daya manusia, manajemen peralatan, komunikasi, koordinasi pemangku kepentingan, manajemen desain, faktor lingkungan, dan praktik manajemen proyek. Perencanaan proyek yang kurang matang, komunikasi yang tidak efektif, lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, serta keterlambatan pengambilan keputusan merupakan faktor yang paling dominan dan saling memengaruhi selama pelaksanaan proyek. Selain itu, kontraktor cenderung menekankan kendala operasional, sedangkan konsultan pengawas lebih berfokus pada aspek pengendalian proyek dan koordinasi. Penelitian ini memberikan sintesis yang komprehensif mengenai mekanisme keterlambatan proyek konstruksi serta dapat menjadi acuan dalam meningkatkan perencanaan, komunikasi, koordinasi, dan manajemen risiko guna meminimalkan keterlambatan proyek.</p> Unggul Sitorus M Efrizal Lubis Novdin M Sianturi Copyright (c) 2026 Unggul Sitorus, M Efrizal Lubis, Novdin M Sianturi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-01 2026-08-01 4 1 410 416 10.62278/jits.v4i1.133 Analisis Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Konstruksi Skala Menengah: Sebuah Kajian Literatur https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/134 <p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam manajemen proyek konstruksi karena tingginya tingkat risiko kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kompleksitas aktivitas dan lingkungan kerja. Meskipun berbagai regulasi dan standar keselamatan telah diterapkan, implementasi K3 pada proyek konstruksi skala menengah masih menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi K3 pada proyek konstruksi skala menengah dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi, hambatan yang dihadapi, serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode <em>library research</em> dengan memanfaatkan berbagai artikel ilmiah, buku, standar internasional, dan dokumen resmi yang relevan. Data dianalisis menggunakan <em>thematic analysis</em> untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul secara konsisten dalam berbagai penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi K3 dipengaruhi oleh komitmen manajemen, budaya keselamatan, kompetensi pekerja, penerapan manajemen risiko, penggunaan alat pelindung diri, serta kepatuhan terhadap regulasi. Sebaliknya, keterbatasan anggaran, lemahnya pengawasan, rendahnya kesadaran pekerja, dan pelaksanaan pelatihan yang belum optimal menjadi hambatan utama. Penerapan sistem manajemen K3 secara terintegrasi disertai penguatan budaya keselamatan dan peningkatan kompetensi pekerja menjadi strategi utama dalam meningkatkan kinerja keselamatan pada proyek konstruksi skala menengah.</p> Unggul Sitorus Novdin M Sianturi M Efrizal Lubis Copyright (c) 2026 Unggul Sitorus, Novdin M Sianturi, M Efrizal Lubis https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-01 2026-08-01 4 1 417 423 10.62278/jits.v4i1.134 Identifikasi dan Pemetaan Spasial Berbasis SIG Terhadap Situs Warisan Geologi (Geoheritage) Sebagai Landasan Pengembangan Geowisata di Geopark Karst Maros, UNESCO Global Geopark https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/125 <p>Geopark Karst Maros Pangkep yang ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark merupakan salah satu bentang alam karst paling signifikan di Asia Tenggara. Meskipun demikian, dokumentasi spasial yang sistematis dari situs warisan geologisnya (geoheritage) masih terbatas, sehingga menghambat perencanaan geowisata yang efektif dan perumusan kebijakan konservasi berbasis bukti ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan memetakan secara spasial situs-situs geoheritage di Geopark Karst Maros menggunakan pendekatan terpadu antara survei lapangan dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Survei lapangan dilakukan di tiga kawasan utama yaitu Bantimurung, Leang-leang, dan Rammang-rammang. Data primer berupa koordinat GPS dari setiap situs yang dikombinasikan dengan data spasial sekunder (DEM BIG, jaringan jalan, dan jaringan sungai) untuk menghasilkan peta distribusi spasial geoheritage. Distribusi spasial dianalisis menggunakan analisis <em>overlay</em> SIG yang memungkinkan interpretasi pola pengelompokkan spasial, gradien aksesibilitas, dan hubungan antara persebaran situs geoheritage dengan pengaruh geologi yang mendasarinya. Hasil penelitian mengidentifikasi 12 situs geoheritage yang terdiri dari empat tipe utama: speleologi, geomorfologi, arkeologi, dan hidrologi. Distribusi spasial menunjukkan konsentrasi tertinggi di Kawasan Rammang-rammang dengan enam situs, diikuti oleh masing-masing tiga situs di Kawasan Bantimurung dan Kawasan Leang-leang. Ketiga kawasan tersebut membentuk koridor geowisata yang terhubung secara linier dengan potensi besar untuk pengembangan terintegrasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada dihasilkannya inventaris geoheritage berbasis survei lapangan yang pertama dan paling komprehensif di koridor Bantimurung-Leang-leang-Rammang-rammang sebagai zona geowisata terpadu dengan pendekatan pemetaan spasial SIG yang mengungkap hubungan antara distribusi geoheritage dan kendali litologi-struktural Formasi Tonasa.</p> Tri Nurhidayah Muhammad Al Fauzi Renan Detuage Anselma Diksita Prajna Duhita Copyright (c) 2026 Tri Nurhidayah, Muhammad Al Fauzi, Renan Detuage, Anselma Diksita Prajna Duhita https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-01 2026-08-01 4 1 424–433 424–433 10.62278/jits.v4i1.125 Analisis Upaya Preventif Ketidakpastian Pasokan Bahan Baku melalui Pendekatan Safety Stock dan Reorder Point https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/140 <p>PT. Tri Jaya Teknik merupakan perusahaan dengan sistem produksi <em>make-to-order</em> yang menghadapi ketidakpastian pasokan berupa keterlambatan pengiriman dan kesulitan memperoleh bahan baku sesuai spesifikasi yang berpotensi menghambat proses produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pengadaan bahan baku, mengidentifikasi risiko keterlambatan pengadaan, serta menentukan pengendalian persediaan menggunakan metode <em>Safety Stock</em> dan <em>Reorder Point</em> (ROP). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada bagian <em>purchasing</em>, meliputi data pembelian besi hollow berukuran 60 × 60 × 2,3 mm dan <em>lead time</em> pengadaan selama Januari–April 2026. Data pembelian digunakan sebagai proksi permintaan karena data pemakaian material belum terdokumentasi lengkap. Analisis menunjukkan adanya risiko pengadaan yang berkaitan dengan ketidakpastian ketersediaan material, variasi kinerja pemasok, dan keterlambatan pengiriman. Hasil pengolahan menunjukkan rata-rata permintaan sebesar 54,98 batang per hari dengan standar deviasi 24,85 batang per hari. Pada tingkat pelayanan 95% dan <em>lead time</em> normal dua hari, diperoleh <em>Safety Stock</em> sebesar 58 batang dan ROP sebesar 168 batang. Kedua metode dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pengadaan yang lebih terukur untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku dan keterlambatan produksi. Namun, hasilnya perlu dievaluasi menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang dan data pemakaian yang lebih lengkap.</p> Yuni Susilawati Ade Suhara Amallia Amallia Annisa Indah Pratiwi Suryadi Suryadi Copyright (c) 2026 Yuni Susilawati, Ade Suhara, Amallia Amallia, Annisa Indah Pratiwi, Suryadi Suryadi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-04 2026-08-04 4 1 434 442 10.62278/jits.v4i1.140 Perbandingan Perilaku Struktur Gedung Kantor Pelindo Teluk Bayur Akibat Beban Gempa dan Beban Gempa-Tsunami Berdasarkan Analisis Simpangan Antar Lantai dan Efek P-Delta https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/138 <p>Indonesia memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi dengan potensi gempa dan tsunami besar. Namun, peraturan nasional belum mengatur secara rinci prosedur beban tsunami, sehingga bangunan di daerah pesisir umumnya hanya dirancang untuk beban gempa tanpa memperhitungkan dampak beban tsunami dalam perencanaan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur bangunan beton bertulang yang dikenai beban gempa dan tsunami berdasarkan analisis simpangan antar lantai dan efek P-Delta. Penelitian ini menggunakan metode numerik dengan perangkat lunak ETABS v18. Analisis beban gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Sementara beban tsunami dihitung berdasarkan FEMA P-646. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur yang hanya menerima beban gempa masih memenuhi persyaratan deviasi dan stabilitas menurut SNI 1726:2019. Namun, penambahan beban tsunami menyebabkan peningkatan signifikan pada respons struktur, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan perpindahan maksimum dari 38,885 mm menjadi 660,891 mm. Nilai koefisien stabilitas (θ) juga meningkat dari 0,05229 menjadi 0,82164, melebihi batas yang diizinkan sehingga struktur tidak lagi memenuhi persyaratan stabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa beban tsunami memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku struktur. Oleh karena itu, evaluasi dan perencanaan bangunan di daerah pesisir perlu mempertimbangkan kombinasi beban gempa dan tsunami untuk meningkatkan tingkat keamanan dan keandalan struktur.</p> Muhammad Sodri Renjani Rehni Setiati Sucitra Wijaya Doli Jumat Rianto Irfan Satria Permana Randy M Oswara Copyright (c) 2026 Muhammad Sodri Renjani, Rehni Setiati, Sucitra Wijaya, Doli Jumat Rianto, Irfan Satria Permana, Randy M Oswara https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-05 2026-08-05 4 1 443 450 10.62278/jits.v4i1.138 Pengaruh Bedding shear terhadap Kestabilan Lereng Tunggal Menggunakan Analisis Keseimbangan Batas dan Probabilistik: Studi Kasus pada Area Highwall Tambang Batubara Terbuka PT. “X”di Kalimantan Selatan, Indonesia https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/142 <p>Beberapa kejadian longsoran telah dilaporkan akibat keberadaan <em>bedding shear</em>, yaitu lapisan yang tersusun atas laminasi yang mengalami pergeseran (<em>sheared lamination</em>) dan batulempung karbonan (<em>carbonaceous mudstone</em>) yang berasosiasi dengan rembesan air ke dalam lapisan tersebut. Bidang diskontinuitas yang terbentuk menciptakan bidang lemah yang berpotensi menjadi bidang gelincir sehingga memicu terjadinya longsoran. Material penyusun lereng pada lokasi penelitian terdiri atas batupasir, batulempung, serpih berlaminasi, batulanau, dan batubara. Lereng memiliki bidang diskontinuitas berupa bidang perlapisan dan kekar. Geometri lereng tunggal pada lokasi penelitian memiliki tinggi sekitar ±17 m dengan sudut kemiringan 29°. Salah satu kejadian pergerakan massa batuan terjadi di PIT “X”, tepatnya dengan elevasi RL -160 hingga -174, yang disebabkan oleh keberadaan <em>bedding shear </em>pada lantai lapisan batubara (<em>floor seam</em>) T110. Analisis dilakukan menggunakan metode <em>Direct Shear Strength Test</em> (DST), <em>Rock Mass Rating</em> (RMR), serta metode Keseimban’gan Batas (<em>Limit Equilibrium Method</em>). Analisis <em>Probability of Failure</em> (PoF) dilakukan menggunakan perangkat lunak <em>Slide 6.0</em> dengan menerapkan kriteria keruntuhan <em>Mohr–Coulomb</em> dan <em>Generalized Hoek–Brown</em>. Berdasarkan hasil analisis, pada lereng dengan sudut kemiringan 34° diperoleh <em>Probability of Failure</em> (PoF) sebesar 23%, sedangkan pada lereng dengan sudut kemiringan 64° diperoleh <em>Probability of Failure</em> (PoF) sebesar 17,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keberadaan <em>bedding shear </em>memberikan pengaruh terhadap stabilitas lereng dan berpotensi menjadi bidang gelincir yang memicu terjadinya longsoran.</p> Luliana Luliana Astrid Fadhilah Roy Reeverdy Muhammad Annis Wichi Luthfina Febiyora Chandra Kirana Copyright (c) 2026 Luliana Luliana, Astrid Fadhilah, Roy Reeverdy, Muhammad Annis Wichi Luthfina, Febiyora Chandra Kirana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-05 2026-08-05 4 1 451 460 10.62278/jits.v4i1.142 Produksi Briket dari Karbon Aktif Serbuk Kayu Mahoni melalui Variasi Temperatur Aktivasi untuk Energi Terbarukan https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/143 <p>Limbah serbuk kayu mahoni (<em>Swietenia mahagoni</em>) memiliki kandungan karbon yang tinggi, tetapi pemanfaatannya sebagai bahan bakar padat bernilai tambah masih terbatas. Selain itu, hubungan antara temperatur aktivasi, struktur karbon, karakteristik proksimat, dan performa pembakaran briket belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur aktivasi terhadap karakteristik karbon aktif berbasis serbuk kayu mahoni dan kualitas briket yang dihasilkan. Serbuk kayu dikarbonisasi, diimpregnasi menggunakan H<sub>3</sub>PO<sub>4</sub> dengan rasio 1:3 (b/v), kemudian diaktivasi selama 2 jam pada temperatur 600, 700, dan 800 °C. Karbon aktif hasil aktivasi dikarakterisasi menggunakan <em>X-ray diffraction</em> (XRD), sedangkan briket yang dibuat dari karbon aktif tersebut diuji melalui analisis proksimat, pengukuran nilai kalor, laju pembakaran, dan lama pembakaran. Hasil XRD menunjukkan bahwa seluruh sampel karbon aktif memiliki struktur karbon amorf dengan puncak lebar pada 2θ sekitar 24-26° serta kecenderungan peningkatan keteraturan struktur pada temperatur aktivasi yang lebih tinggi. Peningkatan temperatur aktivasi dari 600 menjadi 800 °C menyebabkan penurunan kadar air briket dari 6,80% menjadi 3,70%, kadar zat terbang dari 25,80% menjadi 17,40%, dan laju pembakaran dari 0,113 menjadi 0,093 g/menit. Sebaliknya, peningkatan temperatur aktivasi menyebabkan kenaikan kadar abu dari 5,10% menjadi 10,20%, karbon terikat dari 62,30% menjadi 68,70%, nilai kalor dari 4.253 menjadi 4.768 kal/g, dan lama pembakaran dari 41,8 menjadi 54,9 menit. Dengan demikian, temperatur aktivasi 800 °C menghasilkan kinerja pembakaran terbaik, yaitu nilai kalor dan karbon terikat tertinggi, laju pembakaran terendah, serta durasi terpanjang, meskipun kadar abu meningkat.</p> Muhamad Taufik Ulhakim Ade Suhara Nafisa Rizki Maulida Farah Nadira Noer Bella Kharisma Annissa Novalinda Al-Mi’raj Rezki Diwanti Suci Lestari Desti Martina Copyright (c) 2026 Muhamad Taufik Ulhakim, Ade Suhara, Nafisa Rizki Maulida, Farah Nadira Noer, Bella Kharisma, Annissa Novalinda Al-Mi’raj, Rezki Diwanti Suci Lestari, Desti Martina https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-06 2026-08-06 4 1 461 472 10.62278/jits.v4i1.143 Fabrikasi DSSC Berbasis TiO2/SiO2-Karbon Aktif Melalui Screen Printing dengan Sensitizer Bit Merah: Analisis Efisiensi pada Berbagai Intensitas Cahaya https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/130 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memfabrikasi <em>Dye-Sensitized Solar Cell</em> (DSSC) berbasis fotoanoda komposit TiO₂/SiO₂-karbon aktif menggunakan metode <em>screen printing</em> dan ekstrak buah bit merah (<em>Beta vulgaris</em>) sebagai fotosensitizer alami, serta menganalisis pengaruh variasi intensitas cahaya terhadap efisiensi konversi energi. Fotoanoda dikarakterisasi menggunakan XRD, SEM, EDX, dan UV-Vis. Karakterisasi menunjukkan bahwa komposit memiliki struktur kristalin yang baik, morfologi permukaan berpori, serta komposisi unsur yang sesuai. Analisis UV-Vis memperlihatkan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 530 nm dan perkiraan energi celah optik sebesar 2,34 eV. Pengujian fotovoltaik dilakukan menggunakan lampu LED berdaya 8, 10, dan 12 W. Pengujian menunjukkan bahwa intensitas cahaya yang lebih besar memperbaiki parameter kinerja DSSC. Performa optimum diperoleh pada daya 12 W, ditandai oleh nilai Voc sebesar 0,71 V, Jsc sebesar 0,131 mA/cm², FF sebesar 45,1%, dan efisiensi konversi energi sebesar 0,053%. Secara keseluruhan, komposit TiO₂/SiO₂-karbon aktif dan fotosensitizer ekstrak buah bit merah berpotensi digunakan sebagai material ramah lingkungan dalam pengembangan DSSC berbiaya rendah.</p> Randy Ahmad Fauzan Agus Supriyanto Ade Suhara Khoirudin Khoirudin Amir Amir Dodi Mulyadi Karina Chintya Lestari Nafisa Rizki Maulida Muhamad Taufik Ulhakim Copyright (c) 2026 Randy Ahmad Fauzan, Agus Supriyanto, Ade Suhara, Khoirudin Khoirudin, Amir Amir, Dodi Mulyadi, Karina Chintya Lestari, Nafisa Rizki Maulida, Muhamad Taufik Ulhakim https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-06 2026-08-06 4 1 473 484 10.62278/jits.v4i1.130 Pengaruh Suhu Pemanasan terhadap Total Moisture dan Calorific Value dalam Proses Peningkatan Kualitas Batubara Coklat https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/137 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu pemanasan (190–205°C) terhadap <em>Total Moisture</em> (TM) dan <em>Calorific Value</em> (CV) pada proses peningkatan kualitas batubara peringkat rendah (<em>brown coal</em> <em>upgrading</em>) dari Seam S, Pit 4 PT. Baturona Adimulya. Sebanyak 16 sampel batubara dipanaskan pada suhu 190°C hingga 205°C dengan interval 1°C dan diamati pada hari ke-3, 6, 9, 12, dan 15. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear dilakukan untuk menentukan hubungan antara suhu pemanasan dengan TM dan CV. Hasil penelitian menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat antara suhu pemanasan dan TM pada hari ke-15 (r = -0,866; p &lt; 0,001), yang menunjukkan bahwa peningkatan suhu sebesar 1°C menurunkan TM sebesar 0,045%. Nilai kalor menunjukkan penurunan rata-rata dari sekitar 5.862 kkal/kg (hari ke-3) menjadi sekitar 5.725 kkal/kg (hari ke-15). Model regresi linear menjelaskan 75% variasi TM pada hari ke-15 (R² = 0,750). Penelitian ini merekomendasikan suhu pemanasan optimal 198–202°C dengan durasi minimal 9 hari untuk mencapai target TM &lt; 10,2% dan CV &gt; 5.720 kkal/kg.</p> Pempieno Rizka Nourishma Arief Pambudi Nugraha Ade Purnama Jaya Copyright (c) 2026 Pempieno Rizka Nourishma, Arief Pambudi Nugraha, Ade Purnama Jaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-07 2026-08-07 4 1 485 492 10.62278/jits.v4i1.137 Nilai Ground Shear Strain Pada Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/145 <p>Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berada pada zona transisi antara endapan vulkanik Gunung Merapi di bagian utara dan zona aktif Sesar Opak di bagian selatan, sehingga tergolong wilayah rawan guncangan gempa bumi. Kondisi geologi yang bervariasi antarwilayah menyebabkan respons tanah terhadap gelombang seismik juga bervariasi, sehingga diperlukan kajian mengenai potensi deformasi tanah melalui parameter <em>Ground Shear Strain</em> (GSS). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai GSS di empat desa, yaitu Jogotirto, Kalitirto, Sendangtirto, dan Tegaltirto, sebagai indikator potensi deformasi tanah akibat aktivitas seismik. Nilai GSS dihitung dengan memanfaatkan data sekunder hasil akuisisi mikroseismik yang telah diolah menggunakan metode HVSR dari penelitian sebelumnya, meliputi nilai indeks kerentanan seismik (Kg) dan percepatan tanah maksimum (PGA), mengacu pada persamaan Nakamura (γ = Kg × 10⁻⁶ × αmax). Hasil penelitian menunjukkan nilai GSS di Kecamatan Berbah berkisar antara 8,063 × 10⁻³ hingga 1,460 × 10⁻². Nilai tertinggi terkonsentrasi di bagian tengah hingga selatan Desa Tegaltirto, serta sebagian selatan Kalitirto dan tenggara Jogotirto, sedangkan nilai terendah tersebar di sebagian besar Sendangtirto, barat laut Kalitirto, dan bagian tengah Jogotirto. Berdasarkan klasifikasi Ishihara (1982), nilai GSS di wilayah penelitian tergolong dalam kategori elastoplastis hingga mendekati kategori keruntuhan, dengan Tegaltirto sebagai wilayah yang paling berpotensi mengalami penurunan tanah, pemadatan, dan likuefaksi akibat kedekatannya dengan Sesar Opak dan sedimen permukaan yang relatif longgar. Hasil ini menegaskan bahwa Tegaltirto perlu menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan infrastruktur tahan gempa di Kecamatan Berbah.</p> Adelia Saras Nugraheni Dwi Wahyu Hardiyanto Luliana Luliana Idarwati Idarwati Copyright (c) 2026 Adelia Saras Nugraheni, Dwi Wahyu Hardiyanto; Luliana Luliana, Idarwati Idarwati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-08 2026-08-08 4 1 493 498 10.62278/jits.v4i1.145 Tinjauan Sistematis Metode Desulfurisasi Batubara : Pendekatan Biologis, Kimia, Fisika, dan Hybrid https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/144 <p>Kandungan sulfur pada batubara merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas batubara serta menjadi sumber emisi sulfur dioksida (SO₂) yang berkontribusi terhadap pencemaran udara dan hujan asam. Berbagai teknologi desulfurisasi telah dikembangkan melalui pendekatan fisika, kimia, biologis, dan <em>hybrid</em>, namun kajian yang membandingkan kinerja, mekanisme, keterbatasan, serta prospek pengembangannya secara <em>komprehensif</em> masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menyusun tinjauan sistematis terhadap perkembangan teknologi desulfurisasi batubara berdasarkan 36 artikel ilmiah internasional yang telah melalui proses peer review. Kajian dilakukan dengan menganalisis jenis batubara, bentuk sulfur, mekanisme desulfurisasi, kondisi operasi, teknik karakterisasi, efisiensi penghilangan sulfur, serta aspek keberlanjutan teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode fisika efektif dalam menghilangkan sulfur anorganik, sedangkan metode kimia memberikan efisiensi desulfurisasi yang lebih tinggi melalui mekanisme oksidasi selektif, namun memerlukan konsumsi reagen yang lebih besar. Metode biologis menawarkan proses yang lebih ramah lingkungan dan selektif terhadap sulfur organik, meskipun masih terkendala laju reaksi dan penerapan pada skala industri. Sementara itu, metode <em>hybrid</em> menunjukkan potensi terbaik karena mampu mengintegrasikan keunggulan berbagai pendekatan sehingga meningkatkan efisiensi desulfurisasi sekaligus mempertahankan kualitas batubara. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi metode <em>hybrid</em>, didukung teknik karakterisasi modern dan evaluasi keberlanjutan, merupakan arah yang paling prospektif dalam pengembangan teknologi clean coal di masa mendatang.</p> Pempieno Rizka Nourishma Copyright (c) 2026 Pempieno Rizka Nourishma https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-09 2026-08-09 4 1 499 509 10.62278/jits.v4i1.144 Digitalisasi Perekaman Data Alat Uji Tensil Berbasis Pengukur Regangan dan Mikrokontroler https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/151 <p>Pengukuran kekuatan tarik material merupakan bagian penting dalam rekayasa teknik untuk mengetahui sifat mekanik bahan, namun banyak mesin uji tarik skala laboratorium masih menggunakan pembacaan analog yang rawan kesalahan pembacaan (<em>human error)</em> dan tidak menyediakan rekam data digital secara otomatis. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji coba kinerja sistem perekaman data digital pada alat uji tarik menggunakan sensor <em>strain gauge</em> sebagai transduser gaya dan mikrokontroler sebagai unit akuisisi data. Metode penelitian meliputi perancangan sistem akuisisi data berbasis jembatan <em>Wheatstone</em>, modul penguat sinyal HX711, dan mikrokontroler, yang kemudian diuji coba pada lima kondisi spesimen baja karbon (satu spesimen per kondisi), yaitu tanpa perlakuan panas (original), <em>quenching, normalizing, annealing, dan tempering</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu merekam seluruh proses pembebanan secara otomatis dan <em>real time</em>, mulai dari awal pembebanan hingga spesimen patah, serta menghasilkan pola respons sinyal yang berbeda dan konsisten antar kondisi spesimen, dengan nilai puncak bacaan sensor tertinggi pada spesimen quenching (5.122 <em>ADC count</em>), diikuti <em>normalizing</em> (3.211), <em>tempering</em> (2.855), original (2.794), dan terendah pada annealing (2.236). Urutan nilai puncak tersebut secara kualitatif sejalan dengan teori metalurgi mengenai pengaruh perlakuan panas terhadap kekuatan baja karbon. Kalibrasi sensor yang dilakukan pada tahap ini masih berupa kalibrasi dua titik (<em>zero</em> dan satu beban acuan) tanpa kurva regresi multi-titik, dan pengujian belum direplikasi dengan beberapa spesimen per kondisi, sehingga hasil penelitian ini bersifat kualitatif-komparatif sebagai pembuktian konsep (<em>proof of concept</em>), sedangkan validasi kuantitatif sistem sebagai instrumen pengukuran memerlukan kalibrasi multi-titik dan pembandingan terhadap instrumen acuan pada penelitian lanjutan.</p> Manan Ginting Ulfani Ikhwana Purba Ratih Paramitha Herry Darmadi Darry Christine Silowaty Purba Maulidna Maulidna Naqasya Asyrori Sidabutar Sindi Wahyuni Iqbal Huseini Muhammad Vandi Copyright (c) 2026 Manan Ginting, Ulfani Ikhwana Purba, Ratih Paramitha, Herry Darmadi, Darry Christine Silowaty Purba, Maulidna Maulidna, Naqasya Asyrori Sidabutar, Sindi Wahyuni, Iqbal Huseini, Muhammad Vandi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-15 2026-08-15 4 1 510 515 10.62278/jits.v4i1.151 Perkembangan dan Implementasi Electric Vehicle pada Industri Pertambangan: Tinjauan Literatur Sistematis https://jurnal.akipba.ac.id/index.php/JITS/article/view/152 <p>Industri pertambangan merupakan sektor dengan intensitas energi fosil dan emisi karbon tinggi, terutama pada operasi armada angkut, sehingga elektrifikasi kendaraan tambang melalui <em>battery electric vehicle</em> (BEV) menjadi jalur dekarbonisasi penting untuk dikaji. Bukti mengenai kesiapan implementasi, produktivitas, biaya, dampak lingkungan, dan keselamatannya masih tersebar pada berbagai jenis tambang, konfigurasi teknologi, dan pendekatan metodologis yang berdiri terpisah. Penelitian ini bertujuan memetakan dan mensintesiskan perkembangan penelitian implementasi <em>electric vehicle</em> (EV) pada industri pertambangan, mengevaluasi dampaknya terhadap produktivitas, ekonomi, lingkungan, dan keselamatan kerja, serta merumuskan kesenjangan dan agenda penelitian lanjutan. Tinjauan dilakukan dengan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) mengikuti alur PRISMA 2020 terhadap artikel dari basis data bereputasi (<em>ScienceDirect, MDPI, IEEE Xplore, Springer</em>) periode 2019–2026. Melalui proses identifikasi, penyaringan judul-abstrak, penilaian kelayakan teks lengkap, dan <em>quality assessment</em>, 25 artikel diinklusi dalam sintesis tematik. Hasil menunjukkan lonjakan publikasi sejak 2023, dengan objek kajian meluas dari <em>haul truck</em> ke alat gali-muat. Elektrifikasi berpotensi meningkatkan efisiensi energi serta menurunkan biaya operasi dan emisi, tetapi manfaatnya bergantung pada karakteristik operasi dan bauran listrik. Tantangan utama meliputi biaya infrastruktur pengisian, risiko keselamatan terkait kegagalan baterai dan ventilasi tambang bawah tanah, serta dampak tidak langsung terhadap umur jalan angkut. Kesenjangan penelitian paling menonjol adalah minimnya kerangka analisis yang mengintegrasikan aspek teknis, ekonomi, lingkungan, dan keselamatan secara bersamaan. Secara keseluruhan, EV berpotensi layak pada kondisi operasional tertentu bergantung pada karakteristik tambang dan energi, sehingga implementasinya perlu dipertimbangkan sebagai transformasi sistem, bukan sekadar substitusi alat diesel.</p> Dimas Ghani Harsono Putra Rika Ernawati Copyright (c) 2026 Dimas Ghani Harsono Putra, Rika Ernawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-27 2026-08-27 4 1 516 526 10.62278/jits.v4i1.152