Peer Review Process

Peer Review Process merupakan proses penilaian ilmiah yang dilakukan untuk mengevaluasi kualitas naskah sebelum diterbitkan. Setiap naskah yang diterima oleh Jurnal Ilmiah Teknologi untuk Masyarakat (JITM) akan ditelaah oleh para ahli (peer reviewer) yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang keilmuan artikel. Proses ini bertujuan untuk membantu editor dalam menentukan kelayakan suatu naskah untuk diterbitkan serta memastikan bahwa artikel yang dipublikasikan memiliki kualitas ilmiah, orisinalitas, dan kontribusi yang baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Poin penting dalam Peer Review Process :

  • Naskah yang dikirimkan ke jurnal terlebih dahulu melalui penyaringan awal oleh tim editorial.
  • Naskah yang lolos pemeriksaan akan dikirim pada minimal dua peer reviewer untuk ditinjau.
  • Peer reviewer secara independen membuat rekomendasi kepada editor jurnal, apakah naskah harus ditolak atau diterima (dengan atau tanpa revisi).
  • Editor jurnal mempertimbangkan semua umpan balik dari peer reviewer dan membuat keputusan untuk menerima atau menolak naskah.

Peer Review Process untuk publikasi jurnal pada dasarnya adalah mekanisme kendali mutu, dimana para ahli melakukan evaluasi naskah yang bertujuan untuk memastikan kualitas dari naskah yang diterbitkan. Namun, peer reviewer tidak membuat keputusan untuk menerima atau menolak makalah, tetapi memberikan rekomendasi keputusan. Di Jurnal Ilmiah Teknologi untuk Masyarakat (JITM), otoritas pengambilan keputusan hanya ada pada editor jurnal atau dewan editorial jurnal.

Bagaimana cara kerjanya?

Ketika naskah diserahkan ke jurnal, naskah dinilai untuk melihat apakah memenuhi kriteria untuk penyerahan. Jika ya, tim editorial akan memilih peer reviewer potensial dalam bidang penelitian untuk meninjau naskah secara sejawat dan membuat rekomendasi. Ada dua jenis peer review yang digunakan oleh Jurnal Ilmiah Teknologi untuk Masyarakat (JITM):

  • Single-blind: peninjau mengetahui nama pengarang, tetapi pengarang tidak tahu siapa yang mereview naskah mereka kecuali peninjau memilih untuk menandatangani laporan mereka.
  •  Double-blind: peninjau tidak tahu nama penulisnya, dan penulis tidak tahu siapa yang mengulas naskahnya.

Mengapa peer review?

Peer review merupakan bagian penting dalam publikasi ilmiah karena berfungsi untuk:

  • Menjamin kualitas dan integritas artikel ilmiah.
  • Meningkatkan kualitas naskah melalui masukan yang konstruktif.
  • Memastikan keaslian, validitas, dan relevansi hasil Pengabdian kepada Masyarakat.
  • Membantu editor dalam menentukan kelayakan artikel untuk dipublikasikan.
  • Menjaga kredibilitas dan reputasi JITM sebagai jurnal ilmiah yang berkualitas.

Dengan menerapkan proses Double-Blind Peer Review, JITM berkomitmen untuk menyelenggarakan proses publikasi yang profesional, transparan, objektif, dan sesuai dengan standar etika publikasi ilmiah.